Arka menikmati secangkir teh di ruang tamu. Entah sudah berapa lama ia duduk di sana sambil memainkan ponsel milik Arini. Beberapa pesan dari temannya yang bernama Rania memenuhi notifikasi. Pria tersebut membuka. Menggulirnya hingga pesan itu habis terbaca. Ia beralih ke aplikasi pesan lain. Entah dorongan dari mana, muncul rasa ingin tahu tentang isi ponsel milik Arini. Ternyata perempuan itu masih sama. Arini tidak pernah tertarik untuk membalas pesan dari lelaki lain. Riwayat pesannya bersih dari nomor lelaki mana pun. Hanya ada beberapa pesan yang masuk dari Restu. Arka membukanya. Membiarkan pesan lelaki tersebut terbaca. Tampak kalimat penuh kekhawatiran Restu ungkapkan karena tidak melihat Arini selama tiga hari terakhir. Benda itu dilempar ke atas meja. Arka meneliti jam d

