Bab 23

1221 Kata

Mendengar itu, Arini mengangkat kepalanya terkejut. Menggeleng, ia beringsut maju memeluk kaki Samira. “Maafkan saya, Nyonya. Tolong, tolong jangan pecat saya, saya berjanji kesalahan yang kemarin tidak akan terulang lagi.” “Menjauh dariku, Arini!” Samira berteriak seraya menggerakkan kakinya hingga membuat tubuh Arini terjengkang. Tangis Arini pecah. Ia tidak menyerah begitu saja. Masih berurai air mata, gadis tersebut kini berpindah sujud di hadapan Arka. “Tuan, saya mohon pertimbangkan lagi, Tuan. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini.” Arka hendak mundur, tetapi kakinya terlanjur ditahan oleh tangan Arini. Arini terisak, kalimat di kepalanya susah sekali keluar karena tangisnya yang lebih deras. “Tuan, saya bekerja demi ayah dan ibu saya. Untuk saat ini jangan pecat saya, Tuan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN