Di tengah kondisi yang kacau, ponsel Arka berbunyi. Nama istrinya tertera di layar. Ia menyambar kemeja yang tergeletak di sofa dan memakainya cepat. Anita memang lebih sering menghubunginya dengan panggilan video, dibanding dengan telepon biasa. Setelah penampilan Arka cukup untuk tidak mengundang curiga, ia pun menggeser layar ponsel. Menerima panggilan video tersebut dan mengarahkan kameranya ke wajah. "Mas? Kamu belum sampai kampusnya Arini? Ini ... udah hampir jam sepuluh malem, lho." "Belum, Nit. Pesawat delay tadi." Wajah Anita tampak memaklumi. Ia mengangguk dan tersenyum. "Kalau gitu, langsung ke kampus Arin, ya, Mas. Dia nggak bales chat-ku soalnya. Takutnya kenapa-kenapa." "Oke." "Ya, udah. Hati-hati di jalan, Mas." "Iya, Nit." Panggilan tersebut akhirnya berakhir. A

