Bab 47

1548 Kata

“T–tidak, Tuan. Kami ha—“ Ucapan Restu terpotong saat tiba-tiba Arini menginjak kakinya. Sudut matanya melirik singkat ke arah perempuan tersebut. “Maaf atas sikap lancang kami, Tuan.” Arini ekspresi datar. Tampak tidak ada sedikit pun penyesalan ataupun keraguan atas apa yang telah diucapkan. “Iya, Tuan. Saya janji tidak akan berduaan di rumah Tuan, apalagi saat jam kerja.” Arka tidak memberi respons. Ia tetap berdiri dengan jemawa sembari menatap tidak suka ke arah sopir rumahnya. “Pergi dan lanjutkan pekerjaanmu.” Dengan tegas, Arka memberi titah dan membuat sopirnya itu mengangguk. “Baik, Tuan. Permisi.” Lelaki itu meninggalkan pekarangan rumah setelah sempat menatap Arini singkat. Kini, tinggalkan dua orang yang saling melempar tatap. Arka menelisik baik-baik wajah Arini yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN