“Aku suka Nada, tapi dia sepertinya nggak suka sama aku.” Sastra langsung mengutarakan isi kepalanya, setelah kedua keponakannya pergi ke kamar masing-masing untuk tidur. Arini memutar bola matanya. “Nada itu baru kenal sama kamu, Sas. Jadi, apa yang mau diharap?” “Aku juga baru kenal sama Nada, tapi aku sudah bisa suka sama dia,” balas Sastra menganggap tidak ada yang aneh dengan sikapnya. “Ya nggak bisa disamakan begitu juga” timpal Adrian. “Apalagi pertemuan pertama kalian waktu itu ... begitu berkesan.” Adrian langsung melepas tawa ketika mengingat insiden tersebut. Bukannya tidak bersimpati pada putranya, tetapi pertemuan pertama Nada dan Sastra memang terlalu unik. Tidak akan bisa terlupakan begitu saja. “Yaaah, andai Mama di sana juga waktu itu,” sahut Arini ikut tertawa bersam

