“Milan sama Cairo pasti nggak tahu kalau kita ke mall,” tebak Nada setelah mendapatkan popcorn dan minuman miliknya. Mereka berjalan menuju kursi tunggu yang berada dekat ruang teater, lalu duduk di sana. “Mereka memang nggak tahu dan jangan diberi tahu,” ujar Sastra melihat Nada meletakkan tas ranselnya di tengah kursi tunggu. Gadis itu seolah memberi batas dan menjaga jarak, agar mereka tidak duduk berdekatan. Namun, apa boleh buat. Mereka memang bukan sepasang kekasih atau sahabat yang bisa duduk dengan bebas. Nada menoleh dan terkekeh. “Tapi, pak Adrian sama bu Arini tahu?” “Mereka pasti tahu.” “Ahh ...” Nada menghela dan kembali menatap lurus ke depan. “Mereka nggak ... introgasi? “Kamu diintrogasi bu Anggi?” tebak Sastra yang sejak tadi menatap Nada. Jika tanpa makeup, wajah ga

