Bab 25 Ardito Turun Tangan

1213 Kata

Ruangan yang sempit ini memberi aku sedikit ketenangan, seolah menyembunyikan segala kekacauan yang terjadi. Aku memandang luka di pipiku yang sudah mulai legam, bekas tamparan kasar dari Ardito tadi, yang sudah diolesi salep oleh Gita. Rasa sakit itu masih terasa, tapi aku mulai merasa lega karena ada seseorang yang peduli padaku, setidaknya lebih dari Ardito. Namun, ketenanganku tak berlangsung lama. Mataku terfokus pada seseorang yang masuk ke ruangan. Itu dia, Polisa—wanita yang tadi mendorongku hingga terjatuh dan mempermalukanku di depan banyak orang. Aku bisa merasakan darahku mendidih lagi saat melihatnya. "Wah, rupanya ada istri yang tadi disakiti oleh suaminya," sindir Polisa dengan senyum sinisnya, seolah dia merasa menang. Kenapa dia harus datang ke sini? Ah, aku tahu pasti.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN