114

1233 Kata

 “Ma..” panggil Hang sembari membuka pintu ruangan Amel. “Anak buah kesayangan kamu aneh banget sih. Masa dia tanya Bos Papa siapa.” Lapor laki-laki itu membuat asisten pribadinya dibelakang menggerutu karena kesal. ‘Udah bangkotan masih aja ngaduan. Untung Bu Amel tahan,’ batin Handoko mengata-ngatai Hanggono dalam hati. ‘Astaga! Kenapa atasan saya nggak sadar umur sekali, Tuhan?! Amit-amit!!’ Handoko mengetuk-ngetuk kepalanya dengan kepalan tangan. Amel sendiri sebenarnya sudah sangat bosan. Hampir setiap saat tidak ada hari dimana bos dan asistennya itu  terlihat akur. Ada saja hal yang selalu menjadi pemicu keributan. Entah itu disebabkan oleh masalah sepele sampai memang karena kehebatan Handoko dalam menguji kesabaran Hanggono Tirto. “Sekarang dia udah tahu belum bos Papa siapa?!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN