113

1258 Kata

  Keberadaan Siska masih belum bisa Amel deteksi. Lama-lama Amel curiga jika sahabatnya itu memiliki koneksi yang tak main-main. Tapi meski begitu, mengapa sang sahabat harus bersembunyi darinya?!  Atau mungkin dari orang lain?!  Amel jadi pusing sendiri memikirkan Siska. Ia membutuhkan agen mata-mata terpecaya yang bisa menembus pertahanan presiden sekali pun. "Bu.. Bapak minta Ibu tangani proyek ini. Apa bisa?!" Bola mata Amel bergerak naik. Kedatangan Handoko benar-benar membuat mood Amel semakin anjlok. “Ya masa tanda tangan aja saya nggak bisa, Han?! Kamu ngira tangan saya kenapa, eh?!” sarkas Amel sadis. Habis ada-ada saja si Handoko. Mentang-mentang gaji dan jabatannya sekarang double bisa seenaknya begitu pada Amel. Ya, sejak hilangnya Siska dari perusahaan semua beban meman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN