Siska memaki sosok dihadapannya. Para manusia tak becus yang gagal dalam menjalankan tugas dan malah mencari sumber keuntungan sendiri. Ia kesal karena alih-alih bisa mencederai Resti, orang suruhannya malah hanya membuat gadis itu membayar ganti rugi. “Keburu ada orang dateng, Bu. Mereka tiba-tiba aja telepon polisi. Padahal tadinya kita mau bawa ke tempat janjian. Kita udah siap eksekusi sebenernya Bu.” “Alasan!” Bentak Siska. “Dasar kalian nggak berguna!” Siska lalu bangkit dari sofa. Wanita itu membalikan diri dan melangkah meninggalkan sebuah rumah kontrakan yang anak buahnya sewa. “Siapa sih yang tiba-tiba pengen aja ikut campur urusan orang?! Sialan!” Ck! Ia ingin membalas dendamnya. Jika bukan karena Resti tentu dirinya tak mungkin jauh dari Amel. Mendekat lagi pun tak akan b

