116

1205 Kata

Puak.. Puak.. Puak.. Hanggono meringis saat kepalan jari-jari mungil Niel mendarat terus menerus di perutnya. Astaga! Ia tahu Amel  jahil, tapi Hanggono tak pernah menyangka jika sang istri akan melayangkan fitnah keji pada dirinya. Wanita itu telah berhasil mengadu domba seorang ayah dan anak. Perbuatan yang sangat tidak bermoral apalagi semua dilandasi oleh nafsu menonton drama Korea. “Yangin Manto!” Pulangin Manto. “Papa yangin Manto!” sedangkan hasil unggul dari pertemuan miliknya dan Amel masih saja pintar, mempercayai mulut penyihir jahat yang membuat mereka bertengkar seperti ini. “Niel gantengnya Papa. Manto ada. Dia lagi istirahat.” Ujar Hanggono. Ia memegangi lengan Niel sebelum mengangkat diri sang putra untuk duduk dipangkuannya. Sebagai seorang ayah yang baik, Hanggono re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN