47

1330 Kata

Di rumah sakit milik keluarga Darmawan, Arsen salah satu penerus merasa jika kepalanya benar-benar akan pecah. Ia harus meninggalkan meeting dengan kalkulasi nilai mencapai milyaran rupiah hanya demi kedua putranya yang tiba-tiba saja pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit bahkan menghubungi asisten pribadinya secara langsung. Habis sudah! Awalnya Arsen pikir hanya sampai di sana. Tapi nyatanya tidak. Ia dibuat shock. Tak menyangka jika wajah salah satu putranya terlihat hampir tak memiliki bentuk. Ini jelas bentuk masalah terbesar setelah kehilangan tender dan merugi hingga milyaran. Karena wajah Vincent seluruh hidup Arsen harus dipertaruhkan jika... Wiu.. Wiuuu... “Oh My God! Ommo! Mana cucu Mama Arsen?! Mana?!” Brak!! Suara bantingan pintu terdengar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN