48

1068 Kata

Bibir Amel mencebik. Ia memperhatikan Niel dan Raksa. Dua anak berbeda sifat itu saat ini sedang adu senjata. Tenang.. Bukan senjata asli melainkan sebuah pedang-pedangan yang diantar langsung oleh kurir ekspedisi beberapa waktu lalu. Dahsyat bukan?! Para anak bayi itu menelepon ketua suku Tirto agar dibelikan mainan. Tentu harus saat ini juga ketika dua kecebong dengan garis keturunan yang sama tersebut menghubungi sang oma. “Aaa.. Cing.. Cing.. Aca dak yeh ndur.” Amel menganga. Bagaimana bisa Niel meminta Raksa jangan menghindar ketika anak itu mengayunkan pedang ke tubuh sang cucu?! Dasar Hanggono kecil. Bossy sekali memang. “Stop.. Stop! Kalian main di kamar aja ya.. Mbak bawa ke kamar nih para pendekar rajawalinya. Mandi dulu. Udah sore.” Titah Amel membuat aksi laga para a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN