“Ada apa?!” tanya Hang setelah menghentikan aktifitasnya pada layar laptop. Hang menatap asisten terbarunya. Sosok yang secara langsung Amel pilih sendiri agar wanita itu tenang berada di rumah. Sejauh ini istrinya itu belum kembali bekerja. Ia masih sibuk mengurusi Niel. Asisten Hang mendekat. Ia berdiri di samping tubuh Hang. Membungkukkan diri untuk memberikan informasi seputar putri sang atasan. “Kekasih Mbak Resti melakukan penyerangan pada putra Pak Arsen, Pak.” Hang terkekeh. Alih-alih kaget karena Hasan membuat ulah, laki-laki itu justru terlihat senang mendengar kabar yang asistennya bawakan sore ini. Jujur saja Hang masih kesal dengan anak rekan bisnisnya. Anak muda itu pernah berniat merebut Amel darinya. Eh sekarang malah mendekati sang putri. Jadi biarkan sekali-kali b

