50

1096 Kata

Rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Hal itu berlaku untuk Hanggono Tirto. Menatap istana megah yang dulu ia bangun untuk istri pertamanya. Hanggono meraih bungkusan titipan Amel di atas dashboard mobil sebelum memilih turun. “Pah.. Baru pulang?” Hanggono menghentikan langkah mendengar sapaan dari belakang. Ia memutar tubuh, lalu menatap Resti yang juga baru saja sampai. “Papah mau ngomong sama Mbak. Setelah Mbak bersih-bersih ke ruang kerja Papah.” Ujar Hang. Ia meninggalkan Resti di teras rumah. Membiarkan anak itu bertanya-tanya tentang sikap tak biasa sang papah. Di ruang keluarga Amel sendiri tengah menanti kedatangan Hang. Melalui Handoko ia telah mengira-ngira kapan suaminya sampai sehingga tak membuang-buang waktu menunggu laki-laki itu. Nah ini orangnya. “Mas!” Am

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN