Ey.. Tidaakk!! Kesadaran tiba-tiba saja menguasai diri Hang. Ia segera menurunkan tubuh Amel. “Mass.. Maaass..” tak perduli dengan rengekan dan perlawanan Amel dibatang lehernya, Hang tetap bersikeras hingga kaki-kaki sang istri kembali menapaki lantai. ‘Enyah lah kau penggodaaa..’ sisi malaikat baik dalam diri Hang berseru lantang. Sungguh terbalik dengan sifat laki-laki itu yang sebenarnya. Mungkin jika keadaan tak mendesak, Hang pasti akan melipir seperti biasa. Rejeki kok ditolak! “Mas ih! Tega bener deh.” Decak Amel. “Sakit nih punggung aku.” Amel meliukkan tubuh. Kedua telapak tangannya memegangi pinggang yang tadi Hang paksakan agar ia menapak pada lantai. “Awas ya kamu. Bye!!” ketus Amel lalu berbalik meninggalkan suami durjana yang telah menolaknya. “Montok..” cegah Hang den

