52

1332 Kata

Rara merasa ada yang aneh. Berulang kali ibu hamil itu menatap adik dan papanya. Sekilas meski tak ada baku hantam, Rara sangat yakin jika keduanya saat ini tengah melakukan aksi perang dingin. Terbukti dengan tidak adanya celotehan Resti yang menginginkan ini itu pada sang papa. “Mah.. Uhuk..” Rara memberi kode pada Amel melalui batuk pura-puranya lalu diteruskan dengan ekor mata melirik Hang dan Resti. “Uhuk.. Nap-pah, uhuk!” Amel bangkit.. Ia meraih daging bumbu sambal mata sisa semalam. Menariknya dekat dengan piring miliknya. “Halah nggak usah pake uhuk-uhuk. Mereka lagi war.” Jelas Amel. Ia mengambil beberapa potong daging, “tapi jangan tanya alesannya. Mama nggak tahu. Bibir papa kamu lagi ambeyen.” “Uhuk.. huk.. hukk..” kali ini batuk secara nyata disuguhkan oleh Hang. Ia mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN