“Mana HP Mama.. Mana..” sembari menahan emosi Amel menanyakan keberadaan ponselnya pada siapa saja. “Oh, Gosh! Rere kamu ke atas panggil Papa sekarang juga.” Titah Amel karena tak kunjung menemukan benda pipih persegi panjang yang bisa ia gunakan untuk menghubungi Hang. Danger! Benar-benar gawat. “Om.. Raksa ngantuk.” Niel menganggukkan kepala. Ia membantu Raksa berdiri dari pembaringan setelah dirinya sendiri bangkit. Hei.. Sejak kapan Buaya Rawa itu bersikap sok ke-kakak-an pada Raksa?! ‘Pasti mau kabur!,’ batin Amel menilai sikap tak biasa Niel. Ya coba bayangkan bagaimana tidak negative thinking kalau Niel dipanggil ‘Om,’ oleh Raksa saja diam. Hohoho.. Amel tentu tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Para bandit muda itu tidak akan Amel lepaskan dengan mudah. “Hei.. Hei..

