“Oko ke Mama..” Handoko menganggukan kepala ketika Niel meminta untuk diantarkan ke ruangan wakil presiden direktur- Ibu si dewa cinta. Handoko sempat mengetuk beberapa kali namun tak ada sahutan dari dalam ruangan. “Ka ja!,” perintah Niel agar pintu ruangan yang tak Siska jaga agar dibuka. Biasanya Handoko akan menemukan Siska dibalik meja wanita itu untuk bertanya apakah istri atasan mereka ada di dalam kantornya atau tidak. “ukak Oko!” Buka Handoko. Sebagai pengabdi anyaran Niel, Handoko tentu akan melaksanakan perintah. Jangan sampai kemampuan Niel dalam memikat para gadis tak menurun pada dirinya. “Ukak!” Tak!! Suara hentakan kaki Handoko terdengar. Laki-laki itu memberikan hormat sembari melirik sosok kecil di bawahnya. “Siap laksanakan, Komandan!” tukasnya bak prajurit.

