54

1132 Kata

Amel mengerucutkan bibir. Wanita itu mengutuk keras sifat cemburuan sang suami. Ia benar-benar tak habis pikir mengapa suami bangkotannya sungguh tiada akhlak. Ia melakukan segala cara untuk menyelamatkan putri mereka dari jeratan psikopat tapi Hanggono justru bersikap kekanakan. Usai membahas tentang rencana pernikahan yang harus diadakan kurang lebih dalam dua bulan mendatang, Amel ditinggalkan begitu saja di parkiran rumah sakit. Laki-laki itu hanya membawa serta anak dan cucu laki-lakinya. Untung saja ada Bumi Rara. Kalau tidak ia pasti akan benar-benar menjadi pelanggan curhat supir taksi. “Papah kenapa Mah?” Rara melirik Amel melalui kaca spion tengah mobil. “Biasa..” Amel menjawab tanpa melihat Rara. Wanita itu asik mengadukan nasibnya pada sang ibu mertua. “Ngambek dia tadi.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN