Artan merasa bulan madu kali ini benar-benar berkesan. Bukan sekadar tentang tempat indah yang mereka kunjungi, bukan pula tentang villa dengan jendela besar menghadap pemandangan hijau tak berujung. Yang membuat semuanya terasa istimewa adalah sosok wanita yang kini selalu berada disisinya. Setiap tawa kecil Kayra, setiap tatapan matanya yang lembut, bahkan setiap helaan nafasnya saat tertidur di pelukan Arhan—semuanya menyatu menjadi kenangan yang tak ingin ia lepaskan. Kehangatan itu terasa nyata, menyelinap di sela-sela waktu. Pagi hari selalu mereka awali dengan kebiasaan sederhana. Kayra yang masih setengah terlelap akan menggeliat kecil saat Arhan menariknya lebih dekat, membiarkan wajah wanita itu bersandar di dadanya. Ada momen-momen hening di mana mereka hanya saling menatap,

