“Ayo, jawab.” desak Kayra, sebab lelaki itu hanya terdiam menatap ke arahnya. “Aku akan menjawabnya.” Arhan menarik Kayra hingga wanita itu duduk tepat di pangkuannya, dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping sang istri, membuat Kayra terjebak. “Diam dan aku akan menjawab pertanyaan terakhirku.” “Kenapa harus begini maksudku, dengan posisi seperti ini.” Kayra ikut memegang tangan Arhan yang sudah melingkar erat di pinggangnya. “Kamu ingin mendengar jawabannya, kan?” Kayra mengangguk namun tetap waspada.Posisi seperti itu terlalu rawan, dengan keadaan keduanya sudah cukup lama tidak melakukan hubungan badan. Kayra hanya bisa menahan nafas saat Arhan sudah berada di belakangnya. Arhan mengurung tubuh Kayra dalam dekapannya, ujung dagunya disandarkan di bahu Kayra,

