“Ayo, jawab.” desak Kayra, sebab lelaki itu hanya terdiam menatap ke arahnya. “Aku akan menjawabnya, tapi duduk sini.” Arhan melebarkan kedua kakinya, memberikan ruang tepat di tengah-tengah tubuhnya. Tangan lelaki itu menepuk ruang kosong diantara kedua pahanya. “Duduk di sini dan aku akan menjawab pertanyaan terakhirku.” Kayra mengerutkan kening. “Kenapa harus disana maksudku, dengan posisi begitu.” “Kamu ingin mendengar jawabannya bukan? Duduklah, disini.” Kayra waspada. Posisi seperti itu terlalu rawan, dengan keadaan keduanya sudah cukup lama tidak melakukan hubungan badan. “Jawab saja,” tolak Kayra. “Bukannya kamu ingin mendengar jawaban jujur dariku? Aku punya cara untuk memberi tahumu dan ini salah satunya. Duduklah.” ucapnya lembut, namun terkesan memaksa. Kayra rag

