Setelah pengakuan itu, tidak dipungkiri bahwa suasananya sedikit berbeda dari sebelum waktu tak tahu apa-apa. Rasanya seperti menabur garam diatas luka nya sendiri dengan mengorek cinta belum selesai suaminya. Tapi perasaan tidak nyaman karena sangat ingin tahu itu terus mengganggu, walaupun pada akhirnya ia harus menerima pil pahit dimana pengakuan Arhan begitu mengejutkan. Kayra memang sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi, namun tetap saja sakitnya masih menyesakkan d**a. Kayra jadi membayangkan, selain tidur bersama hal-hal mesra lainnya yang mungkin dilakukan mereka ada banyak, hanya saja Arhan enggan untuk mengakuinya saja. Kayra kerap memikirkan hal tersebut, membuatnya tidak nyaman. Seperti saat ini, padahal Kayra sudah bangun sejak dua puluh menit l

