Malam Panas

1277 Kata

“Raisa, selamat ya,” ucap Arum datang pada sang sahabat, matanya berkaca kaca. “Akhirnya lu punya jaminan bakalan lulus dari fakultas hukum ya?” “Heh, Raisa bakalan bisa dengan sendirinya, gak perlu saya buat yang jadi jaminan,” ucap Juan tidak terima sang istri dipandang sebelah mata. “Ya, itu maksud saya, Pak.” Arum terkekeh. “Ngomong-ngomong, lu liat laki gue gak? Dia pake kemeja biru?” “Nggak tuh, daritadi gue gak liat. Ngilang kali, ketemu sama cewek yang lain.” “Nyebelin lu.” Arum terkekeh lagi ketika ditaatap dengan tajam oleh Juan, dia tidak bisa seenaknya pada Raisa sekarang. Jadi, pamit undur diri untuk mencari kekasihnya. Sementara, Juan dan Raisa saling melemparkan senyumannya satu sama lain. “Jam berapa beresnya, Mas?” “Bentar lagi kali. Ini juga udah gak tahan pengen i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN