BAB 55

1251 Kata

Aldian lagi-lagi mengamuk, dan kali ini, kemarahannya meluap tanpa peduli siapa yang ada di sekitarnya. Meski ada anak dan menantunya yang sedang duduk di ruang tamu, ia tak menghiraukan keberadaan mereka. Dengan tubuh yang terhuyung-huyung karena mabuk berat, ia mulai menghancurkan barang-barang di sekitar ruang tengah, seolah setiap benda yang terkena amukannya adalah simbol dari kekalahannya malam ini. Tak ada yang berani mendekat. Bahkan Fidell dan istrinya, yang biasanya tidak segan untuk mengintervensi, hanya bisa berdiri di ruang samping, menatap ke arah Aldian yang berteriak tanpa henti. Suara benturan barang dan teriakan-teriakan kasar itu memenuhi rumah, mengisi setiap sudut dengan ketegangan yang mencekam. Namun, meskipun suasana menjadi kacau, tidak ada yang menyalahkan Aldia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN