Kata-kata Alister menghujam hati Zarah seperti ribuan belati yang tak terlihat. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar menyadari betapa tinggi harapan yang telah ia bangun selama ini—harapan yang ternyata sia-sia. Alister, dengan tenang namun tegas, menyampaikan bahwa ia sama sekali tidak menaruh minat padanya. Penolakan itu seharusnya sudah jelas dari awal, tetapi Zarah terlalu buta untuk menyadarinya. Ia menggigit bibir, mencoba menahan rasa sakit yang mulai meluap. Dalam hatinya, ia mengguman betapa bodohnya dirinya ketika jatuh cinta. Logikanya selama ini runtuh, tergantikan oleh mimpi-mimpi yang ia buat sendiri. Dan kini, mimpi itu hancur, meninggalkan rasa malu yang tak terkatakan. Lebih dari sekadar patah hati, harga dirinya terasa diinjak. Bagaimana mungkin Alister memilih gadis y

