“Pa, apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus meminta maaf pada Elaina?” tanya Fidell. “Itu nggak mungkin!” jawab Ivanka ketus. “Kenapa harus minta maaf? Mama nggak salah! Kalau gadis itu tidak membuat masalah di acara pernikahan kita, tidak mungkin Mama marah!” “Sebaiknya kamu tutup mulut, Ivanka. Kamu membuat masalah menjadi runyam. Tidak ada yang minta pendapatmu!” sembur Fidell. Ivanka terdiam, meski begitu hatinya bergolak penuh dendam. Sekarang bukan hanya pada Elaina tapi juga pada suaminya. Bagaimana bisa, Fidell membentaknya hanyauntuk membela Elaina. Sungguh tidak bisa dibiarkan. Namun, ia menyadari keseriusan dari masalah ini dan memilih untuk bungkam karena tidak ingin menambah kerunyaman. “Pa, kenapa diam?” tanya Fidell. Aldian menggeleng. “Alister memang ingin mamamu

