Eliana menerima panggilan dari nomor tidak dikenal. Saat mengangkatnya ia baru tahu kalau itu adalah nomor ponsel Juan, asisten dari Alister. Laki-laki itu mengatakan, ingin mengantar barang-barang Eliana. Terbersit rasa kecewa dalam diri Eliana, karena berharap bertemu dengan Alister saat mengambil barang miliknya. Namun, ia mencoba menepiskan rasa kecewa karena menyadari harus tahu diri dari awal. Tidak berlarut-Iarut dalam perasaan dengan Alister, dan sebisa mungkin menghindari apa pun yang berhubungan dengan keluarga Gerdiman. Ia menunggu Juan di dekat tangga. Berbincang dengan pemilik warung tempat biasa Alister membeli rokok. Sang pemilik--seorang laki-Iaki paruh baya--bercerita dengan antusias, sangat senang kalau Alister yang membeli rokok padanya. “Pacarmu itu, sangat murah hati

