Alister mendorong kursi roda Elaina mengeliling taman. Kalau biasanya ia datang malam untuk menjenguk, kali ini dilakukan saat pagi sebelum bekerja. Ada hal besar yang akan terjadi hari ini di perusahaan dan ia memerlukan semangat untuk melewatinya. Bicara dan tertawa dengan Elaina, adalah sumber semangatnya. Dalam balutan jas lengkap dan dasi, ia mendatangi Elaina di kamarnya dan mengajak gadis itu naik kursi roda. Awalnya, rnereka menyusuri lorong rumah sakit yang sedikit ramai, sebelum akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di taman. Berjemur sekaligus menghirup udara segar. “Sebentar lagi aku bisa pulang, Pak,” ucap Elaina Sambil mengangkat tangan, menaungi wajahnya dari matahari. Ia menatap bayangannya yang terpantul di tanah. “Bagus, aku senang kamu sehat kembali.” “Ehm, kangen ke

