Ketidakhadiran Sang Mama dan Arvin semakin menambah kegelisahannya. Malam ini terasa sepi dengan cara yang aneh, hampir mengancam. Sang Mama, yang biasanya menjadi penyeimbang dalam keluarga, tidak ada di sana untuk memberikan senyumnya yang hangat. Dan Arvin, dengan celoteh cerianya, juga tidak hadir untuk mengalihkan perhatian. Lucinta merasa seperti sedang berada di tengah panggung dengan Sang Papa sebagai satu-satunya penonton. Ia berusaha menenangkan diri, mengatur napas yang terasa berat. Namun, pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan di kepalanya. Mengapa Sang Papa ada di rumah malam ini? Apa yang membuatnya menunggu? Dan ke mana Sang Mama dan Arvin? Kekosongan ruangan itu terasa seperti teka-teki yang belum terjawab, dan Lucinta tidak tahu bagaimana memecahkannya. Sang Papa akhir

