BAB 24 - Asisten atau Baby Sitter?

1132 Kata

"Duh, apa lagi sih," gumam Maura dalam hati sambil melangkah panjang. Dia mencoba menenangkan diri, tetapi pikiran-pikiran buruk terus menghantui. Apa mungkin dia akan dimaki setelah ini? Siapa sangka, nyenyak tidur yang ia nikmati tadi malam ternyata hanya kebahagiaan semu. Begitu tiba di kantor, nyatanya dia harus menghadapi sanksi akibat mengabaikan panggilan telepon Abimanyu semalam. "Selamat pagi, Pak. Anda memanggil saya?" tanya Maura dengan nada santai, sambil menebar senyum hangat. Usahanya itu adalah bentuk profesionalisme, meskipun hatinya ciut sejak tadi. Namun, sapaan Maura tak mendapatkan tanggapan apa pun. Abimanyu tetap membisu, menciptakan suasana mencekam yang membuat Maura serasa tercekik di ruangan itu. Tatapan Abimanyu di hadapannya begitu tajam, seperti hendak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN