Mobil melaju pelan di jalanan kota, sementara suasana di dalamnya terasa tegang dan hening. Sakha menyetir dengan ekspresi santai, bahkan sempat bersiul pelan seolah sedang dalam suasana hati yang baik. Senyumnya terus mengembang di wajahnya, membuat Siva semakin gugup. Di kursi penumpang, Siva duduk kaku dengan kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan. Matanya sesekali melirik ke arah Sakha dengan ekor mata, mencoba menebak isi pikirannya. 'Apa makanan favoritnya? Ayam panggang? Atau sup jagung? Atau mungkin pasta? Sial! Kenapa aku nggak tahu hal sepenting ini?' Ia menggigit bibir pelan, mencoba mengingat apapun yang mungkin pernah Sakha sebut. Tapi kosong. Tak ada ingatan tentang makanan favorit yang dimaksud. Sementara itu, Sakha menoleh sekilas, masih dengan senyum tenan

