Tubuh Leroy mematung di tempatnya, dia melupakan istrinya. Padahal dia sendiri yang memaksa untuk mengantar Zia pergi bekerja.
Leroy dengan cepat mengambil ponselnya dan benar saja, banyak sekali spam chat juga panggilan tak terjawab dari Zia.
Leroy mengusap wajahnya kasar. Dia lalu berdiri dan pergi dari sana tanpa berpamitan pada Evelyn.
Tak hanya panggilan Zia yang membuatnya kalut, tapi fotonya bersama dengan Evelyn sudah tersebar luas di media sosial. Banyak sekali hujatan yang tertuju pada Evelyn juga Leroy. Terlebih mereka pendukung Zia sejak Zia baru saja merintis karirnya.
Evelyn terus berteriak tapi Leroy tuli akan hal itu.
"Leroy, kau mau kemana? Leroy!!!"
"Jangan pergi, aku masih sakit!!!"
Evelyn yang tak mendapat tanggapan sama sekali dari Leroy dan Alvaro pun memukul ranjangnya kuat. Tak lama dari itu, sebuah notifikasi di grub kantor pun berbunyi. Dimana Evelyn langsung diberhentikan secara tak terhormat karena semua berita yang tersebar.
Bahkan Evelyn juga tak mendapat pesangon sama sekali. Semua fasilitas nya di cabut oleh perusahan.
Semua yang mengambil keputusan adalah Kepala keluarga Mahasura. Yang tak lain tak bukan adalah Dirgantara, papanya Leroy.
Leroy yang gelisah selama dalam perjalanan ke perusahaan mengingat kenapa ponselnya tak berbunyi sama sekali. Padahal dia sudah mengantifkan nada dering yang khusus untuk Zia.
"Al, cari tahu siapa yang menyentuh ponselku. Kenapa tak ada nada nya sama sekali? Dan katakan padaku dimana Zia berada?"
Alvaro masih tak bisa menemukan keberadaan istri tuannya itu. Semua terjadi begitu cepat. Berkali kali Leroy mengusap wajahnya kasar. Berkali kali juga Evelyn menghubungi nya. Tapi Leroy tak menanggapi.
Leroy sendiri bingung kenapa dia kalang kabut seperti sekarang. Perasaannya tak tenang ketika melihat semua berita tentang dirinya yang beredar. Mengingat bagaimana Zia mengatakan tentang pernikahan mereka juga tentang Evelyn.
"Tuan, ponsel anda sempat di pegang nona Evelyn ketika tuan Leroy berbicara d dengan dokter."
Info yang di berikan Alvaro seketika membuat Leroy memejamkan matanya geram. Ponsel yang ada di tangannya di cengkeram dengan kuat.
"Kita urus itu nanti, yang terpenting temukan Zia sekarang juga."
Alvaro memberitahu semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Zia. Bahkan Leroy sudah berkali kali meminta tolong pada orang tuanya tapi mereka tak menggubris Leroy sama sekali.
Melihat Leroy yang kelimpungan seperti ini membuat Alvaro kebingungan. Pasalnya jika bersama Evelyn, tuannya itu tak akan sampai seperti ini.
Sedangkan disisi lain, Zia terlihat santai makan makanan kesukaannya.
Zia tak akan terpengaruh dengan apa yang dilakukan Leroy bersama wanita itu.
Dari awal pernikahan nya sudah di atur untuk pernikahan bisnis. Jadi dia tak akan melibatkan hati di dalamnya.
"Zia, suamimu menuju perusahaan Papanya. Apa kau ingin kesana?"
Natalie selalu mendapat info terupdate tentang Leroy.
Bagi orang lain Zia terlihat seperti putri manja seorang konglomerat tapi Natalie yang tahu luar dalam tentang Zia kadang lebih baik tak terlalu dekat dengan gadis itu.
Zia menyelesaikan makannya lalu melihat ponselnya. Terlihat banyak panggilan dan spam pesan singkat dari Leroy.
"Nat, bagaimana aku harus menghadapinya? Di hatinya dia mencintai wanita lain, tapi dia tak mau aku berdekatan dengan laki laki lain. Apa dia hanya tertarik dengan tubuhku?"
Natalie langsung menoleh ketika mendengar pertanyaan Zia.
"Kalian sudah?"
Natalie tak melanjutkan pertanyaan nya, tapi dia penasaran apa semalam mereka sudah melakukan itu. Mereka orang dewasa yang normal bukan, itu yang ada dalam pikiran Natalie.
"Tidak, aku tak akan menyerahkan nya sebelum dia mencintaiku. Jika hanya kewajiban suami istri, aku bisa melakukan hal yang lainnya."
Natalie menghembuskan napas lega mendengar itu, jangan sampai Zia terbujuk rayuan manis Leroy yang masih memiliki perempuan lain di hatinya.
"Kalau begitu, kita ke perusahaan papa. Aku ingin tahu apa yang akan papa lakukan pada putra kesayangannya itu. Aku dengar, wanita itu juga sudah di pecat secara tak terhormat dari perusahaan karena membuat saham perusahaan turun drastis."
Natalie bertepuk tangan senang mendengar kabar itu. Lalu mobil Zia melaju cepat ke perusahaan Mahasura.
#
Bugh.....
Sebuah pukulan keras mendarat di pipi Leroy ketika Leroy masuk ke dalam ruangan papanya. Alvaro memekik keras tapi dia tak bisa membantu Leroy kali ini. Semua karena kesalahan Leroy sendiri.
"Kau bikin malu papa Leroy, kau tak ingat jika baru semalam kau menikahi Zia. Dan siang ini kau membuat ulah. Bisa bisa nya kau menemui wanita itu. Kau gila Leroy!"
Suara Dirgantara menggelegar disana, bahkan tangannya sudah terangkat lagi untuk memukul Leroy.
Leroy tengah berlutut di depan Dirgantara tanpa melakukan perlawanan.
"Pa, jangan!"
Suara seorang wanita menghentikan apa yang dilakukan oleh Dirgantara.
Semua orang menoleh, terlihat Zia yang berjalan ke arah mereka. Leroy yang melihat keberadaan Zia bernapas lega. Dia ingin meminta maaf pada Zia tapi Zia berjalan melewati Leroy tanpa melirik Leroy sedikit saja.
Zia langsung menghampiri Dirgantara, mengusap pelan pundak papa mertuanya .
"Pa, jangan pukul lagi. Leroy sudah dewasa. Dengan pukul dia, masalah tak akan selesai."
Zia menenangkan Dirgantara yang langsung di angguki oleh Dirgantara. Zia membawa Dirgantara duduk di sofa dan meminta Alvaro mengambilkan minuman untuk papa mertuanya.
Leroy yang melihat itu sebenarnya tak terima, tapi dia tahu semua ini terjadi karena kesalahannya.
"Kau tak apa apa Zia? Maafkan putra papa yang menyakiti mu."
Zia tersenyum sambil menepuk pelan punggung tangan Dirgantara.
"Pa, aku tak apa apa. Tenanglah, banyak media yang terlalu membesar-besarkan berita itu. Mungkin Leroy menemui perempuan itu karena kasihan. Kita tak tahu." jawab Zia tenang.
Dirgantara tak percaya jika Zia bisa berbesar hati dengan masalah yang di timbulkan oleh Leroy dan Evelyn.
"Kau ingin minta apa dari papa sebagai kompensasi?"
Zia sedikit terkejut dengan pertanyaan Dirgantara.
Lalu dia tersenyum, dia melihat Leroy sekilas tapi tak ada binar bahagia disana. Hanya ada sorot mata kecewa.
"Pa, papa lupa ya siapa Zia? Menantu papa ini juga banyak uang. Dan lagi, tak semua masalah harus di selesaikan dengan uang. Disini Zia yang salah karena merebut Leroy dari kekasihnya. Jadi jangan memberikan apapun pada Zia sebagai kompensasi. Zia tak masalah kalau Leroy masih berhubungan dengan wanita itu. Tapi Zia juga akan minta ijin untuk dekat dengan siapapun partner kerja Zia nantinya!"
to be continued