Bab 5

1004 Kata
Natalie yang hapal dengan sikap tenang Zia pun diam. Selebihnya dia tak akan bertanya apapun padanya. Zia sedang berganti pakaian setelah beberapa kali melakukan take untuk foto yang di perlukan. Tapi saat dia melihat ponselnya, dia meringis. Natalie yang penasaran pun mendekat. Matanya seketika membola lalu merebut ponsel Zia. "Suami mu gila, bagaimana bisa dia terang terangan seperti ini? Apa dia tak berpikir jika semua itu akan membuat kegaduhan. Dan kalian baru saja menikah semalam. Astaga, Leroy benar benar laki laki berengsk!" Bukan Zia yang mengamuk melainkan Natalie yang terus mengomel sejak tadi. Lalu Natalie tersadar jika sejak melihat berita itu Zia hanya diam. "Zia, are you oke?" Zia menggeleng sembari tersenyum. Dia mengambil napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Bohong kalau aku baik baik saja, bukan karena aku cemburu. Tapi mereka benar benar menginjak harga diriku!" sahut Zia lirih. Zia yang terkenal dengan sifat manjanya juga ramah pada semua orang yang ada di tempat kerja pun hanya bisa diam. Di ponselnya ada sebuah artikel yang menampilkan Leroy sedang mendorong kursi roda Evelyn di rumah sakit. "Dia sengaja, mengantarkan ku kemari lalu dia pergi meninggalkan ku disini agar aku menunggunya? Dia pikir dia siapa? Berani sekali mempermainkan ku seperti ini!" batin Zia. Zia tampak berpikir cepat, kemudian seringaian muncul di wajah cantiknya. "Nat, hubungi orang kita buat antar mobil kesini. Aku tak perlu menunggu laki laki itu untuk menjemput ku. Bukannya hari ini aku ada pemotretan lagi bersama yang lain?" Natalie mengerutkan keningnya lalu dia tersenyum lebar melihat wajah Zia yang juga tersenyum kepadanya. "Ah, kalaupun kau melakukan pemotretan bersama laki laki lain, semua sudah tahu jika selama ini kau profesional. Bukan begitu nona Zia Quinn Daphera?" Zia mengangguk, dia merapikan penampilannya lalu menunggu mobil jemputannya datang. Beberapa orang yang ada disana menatap Zia kasihan. Dan itu semakin membuat Zia kesal. Dia paling tak mau untuk dikasihani. Tapi Zia menahan semua itu. Dengan begitu nama Evelyn akan semakin rusak dengan sendirinya. Meskipun setelah ini pasti kedua orang tuanya juga mertuanya akan murka tapi Zia tak perduli. Tak lama mobil Zia datang, dia langsung berpamitan pada semua orang yang disana. Natalie sejak tadi sibuk dengan tab miliknya melihat seberapa heboh berita yang sedang beredar. "Zia, orang tua kalian?" Natalie tak meneruskan pertanyaannya karena ponsel Zia berdering. Disana ada nama Daddy nya yang muncul. "Ya Dad?" "Kau tak apa apa sayang?" Terdengar suara Derano cemas dengan keadaan Zia saat ini. "Memangnya aku kenapa Dad? Aku baik baik saja, aku baru saja selesai pemotretan. Kontrak yang ini tak bisa di undur." jawab Zia tenang. Di seberang telfon Zia bisa mendengar jika tak hanya orang tuanya saja tetapi ada mertuanya disana. "Dad, tenanglah. Kau tahu aku seperti apa. Kami menikah mendadak, tentu saja Leroy belum bisa melepaskan kekasihnya. Apalagi kekasihnya sedang sakit." Natalie melongo mendengar semua yang dikatakan Zia. Bukan ke arah setiap kalimat yang terucap. Tapi dari segi nada bicaranya yang di buat buat. "Zia, maafkan Daddy dan Mommy. Maafkan juga mertua mu yang memaksa mu menerima pernikahan ini." Zia terdiam, jika para orang tua sudah meminta maaf berarti mereka sudah kecewa. Leroy benar benar tak menyadari apa yang bisa dilakukan orang tuanya sendiri kepadanya. "Dad, jangan lakukan apapun. Zia mau menikah dengan nya adalah pilihan Zia. Semua ini Zia lakukan karena Zia sayang kalian. Jika nanti Zia tak kuat, Zia janji akan kembali pada kalian. Dan kali ini biarkan saja mereka. Tolong bilang sama mama dan papa jangan lakukan apapun kepada mereka. Terlebih menyentuh wanita itu, jika kalian melakukannya Leroy akan semakin membenci ku!" Natalie tak bisa mengerti jalan pikiran Zia saat ini. Membiarkan Evelyn yang sebenarnya adalah ular di hidup Leroy dan keluarganya. "Baiklah, jika butuh sesuatu bilang pada kami. Jaga dirimu sayang." "Yes Dad, aku mengerti. Tapi bisakah aku meminta bantuan Daddy untuk satu hal?" "Apa sayang?" "Buat semakin besar berita tentang mereka. Terlebih saat ini Evelyn masih menjadi sekertaris pribadi di perusahaan Leroy. Aku yakin dengan adanya berita ini semua saham perusahaan Leroy akan turun secara drastis. Aku ingin lihat bagaimana wanita itu akan bersikap jika perusahaan Leroy semakin turun dan terancam bangkrut. Asal Daddy dan papa tak bantu dia, juga menutup jalan Leroy pasti wanita itu akan mengeluarkan sifat aslinya. Dengan type Leroy yang workaholic aku yakin dia tak akan sempat lagi mengurusi wanita itu. Bukannya wanita itu sudah di turunkan menjadi karyawan biasa?" Arion juga Dirgantara setuju dengan apa yang diminta oleh Zia. Biar bagaimanapun Zia tak ingin terlihat mencintai Leroy hanya karena laki laki itu sudah menjadi suaminya. Semua ini dia lakukan untuk menjaga pernikahannya. Natalie yang mendengar semua rencana Zia bertepuk tangan heboh. Tak diragukan lagi, Zia selalu bersikap tenang di semua langkahnya. Baru kali ini Zia bersikap tegas menghadapi masalahnya. "Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Natalie langsung memeluk Zia sangat erat. "Kau semakin dewasa Zia, mengingat selama ini kau selalu bersikap manja pada semua orang. Apa menikah dalam sehari itu membuat otakmu berpindah menjadi lebih pintar?" Zia memutar bola matanya malas. Dia memilih tak menjawab dan memilih untuk membicarakan beberapa job yang akan dia ambil setelah ini. Bohong jika Zia tak terluka, hanya saja dia terlalu pintar menyembunyikannya. Bagaimana Zia tak terluka jika Leroy sejak kemarin selalu mencuri ciumannya, tapi pagi ini dia sudah bersama Evelyn kembali. Sementara itu, Alvaro yang sejak tadi sudah was was karena rengekan Evelyn kepada Leroy langsung membelalakkan matanya ketika apa yang dia takutkan benar benar terjadi. Leroy yang tak memeriksa ponselnya masih santai mengantar Evelyn masuk ke dalam kamar rawatnya tanpa tahu kehebohan yang sudah dia timbulkan.. "Ev, kau istirahat setelah ini. Jangan kelelahan lagi. Dan jangan sampai kau tak mau makan seperti kemarin." ucap Leroy perhatian. Saat Evelyn ingin menjawab Alvaro menerobos ke dalam ruangan itu dengan tergesa gesa. "Tuan muda gawat, ada masalah di kantor. Kita harus segera kesana." Leroy mengerutkan keningnya. Evelyn memberengut tak suka dengan hal itu. Dia ingin menahan Leroy tapi Alvaro yang melihat itu langsung bertindak tegas. "Nona Zia sudah menghubungi tuan muda sejak tadi, dan sekarang nona Zia sudah pindah lokasi bersama yang lain karena terlalu lama menunggu tuan muda untuk menjemput!" to be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN