Bab 30

1224 Kata

Kirana masih berdiri di dekat dapur, tangannya sedikit gemetar memegang tepi meja. Tawa Tora dan Murni dari ruang keluarga masih terdengar, ringan, akrab, seolah dunia mereka tidak punya beban apa pun. Ia menarik napas pelan. Lalu satu nafas lagi. Dadanya terasa sesak, tapi ia memaksa kakinya melajngkah. Kirana kembali mengangkat nampan, membawa cangkir-cangkir kosong itu ke dapur. Setiap langkah terasa berat, seperti ada sesuatu yang menahan dari belakang—bukan tangan, tapi perasaan yang tidak mau dilepaskan. Di dalam kepalanya, satu gambaran terus berputar. Tora mencium kening Murni. Cara itu dilakukan dengan begitu alami. Begitu lembut. Begitu… penuh kepemilikan yang tidak perlu dipertanyakan. Kirana menelan ludah. Ia berdiri di depan wastafel, meletakkan nampan, lalu menatap p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN