Cahaya indah itu mulai bergulir perlahan-lahan, dan tidak semua orang mau menyaksikan terbitnya sang surya seperti mereka yang selalu mengabadikan momen tenggelamnya di ufuk barat. Bisa jadi karena mereka beraktivitas terlalu melelahkan hingga sepanjang malam. Jam seperti ini, mungkin sebagian penduduk bumi sudah sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Berbeda dengan sosok yang masih nyaman bergelung di dalam selimut. Sama sekali ia lupa jika hari sudah mulai terang. Effek pulang malam dan tak bisa tidur membuat Ivan tetap berbaring di atas ranjang. Hingga matanya terbuka seketika ketika tubuhnya terasa pegal teramat sangat. "Jihan?" Suara seraknya hanya dijawab kesunyian di dalam kamar. Ivan menyipitkan matanya. Mendesah ketika menyadari ia tidur di kamarnya, bukan di kamar Jihan