Seperti biasa, jika pagi hari Jihan sibuk menyiapkan sarapan. Ia melupakan pesan singkat yang semalam ia baca. Walau jujur itu sangat mengganggunya, tapi Jihan berusaha bersikap biasa. Bisa jadi memang Almiranya saja yang genit. Jihan akan lihat apakah suaminya ini menanggapi atau tidak. Jadilah ia mencoba membuat paginya ceria seperti biasa. Apalagi ia dan suaminya sudah mulai membaik lagi. Jihan juga tak mau tidur sendiri lagi. Anggap ia sudah terbiasa dengan pelukan Ivan setiap malam. Namun pagi ini ada yang berbeda ketika ia melihat Ivan yang baru saja keluar dari kamar. Dengan rambut yang masih basah dan kaos singlet yang melekat di tubuh kekarnya, sungguh Ivan tampan sekali. Gak aneh sih, wanita macam Cecil dan Almira antri datang ke kantor. Mungkin Jihan perlu mengacungkan je