*** Langkah kecil Savana terhenti, hanya berjarak beberapa langkah dari pria yang tengah berdiri mematung di balik kaca besar toko. Wajah mungilnya menengadah, matanya yang bulat besar menatap lekat pada sosok asing—atau mungkin tidak asing sama sekali—yang begitu familiar dalam ingatannya. Pupil matanya bergerak, berkedip berulang kali, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dalam hatinya, ada sesuatu yang berbisik, bahwa pria ini bukanlah orang asing. Di sisi lain, Michele berdiri seperti patung, tubuhnya kaku seakan terikat oleh beban tak terlihat. Matanya yang merah berkaca-kaca memandangi wajah kecil itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Sekali lagi ia menelan ludah, mencoba membasahi tenggorokan yang tiba-tiba mengering. Dadanya berdebar keras, begitu terasa menyakitkan