Calon Tunangan

1942 Kata

Nathan belum menjawab ketika seseorang mendorong pintu begitu saja, bahkan sampai ia ikut terdorong mundur dan menoleh ketika suara seseorang menyerocos tanpa menghiraukan keberadaannya yang baru saja terhempas dari depan pintu. "Sera." "Syukurlah, akhirnya aku berhasil nemuin kamu juga." "Kamu kenapa? Apa semua baik-baik saja? Apa yang sakit? Mana yang luka? Kenapa nggak kasih kabar, telepon juga nggak diangkat? Kamu tahu, aku seharian nyariin kamu ke mana-mana. Bahkan aku muter-muter jalanan Jakarta, keliling rumah sakit cuma buat nanyain keberadaan kamu. Dan akhirnya aku nemuin kamu juga." "Aku sangat khawatir sama kamu, Sera." Nathan terpaku di tempatnya berdiri, menatap sosok lelaki yang saat ini duduk di kursi yang ia tinggalkan sebelumnya. Lelaki berperawakan tinggi kekar sepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN