90

1330 Kata

POV Mira Ibu duduk di teras dengan wajah jenuh. Saat melihat kami berjalan mendekat sambil bergandengan tangan, ia terlihat tak senang. "Dari mana saja, kalian? Ibu dari tadi nunggu tidak pulang-pulang." Aku memandang ibu dengan tak enak hati. Ia memperhatikanku dari atas ke bawah, sementara Kak Satria hanya nyengir kecil. "Bulan madu, Bu. Ibu seperti tidak pernah muda saja. Mana ayah? Hari libur seharusnya diajak ke sini." Kak Satria memasukkan kunci dan mendorong pintu. Sambil bersungut-sungut, ibu mengikuti langkahnya. "Kamu seperti tidak tahu ayahmu saja. Kalau tidak kerja ya mancing sama teman-temannya." Ibu menjatuhkan diri di sofa. Kak Satria ikut duduk di depannya. Sementara aku menuju dapur, membuatkan ibu dan Kak Satria teh. "Sat? Kamu masih ingat si Kinan?" tanya ibu sambi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN