Part 88

1452 Kata

POV Rasya "Pus." Aku menatapnya memohon. "Mas, aku kan punya mama di sana." Kuanggukkan kepala. "Iya. Tapi kita bisa sewaktu-waktu ke sana." Kuusap kepalanya. "Di sini damai rasanya. Kamu tidak ingin, hidup bahagia bersamaku tidak ada yang mengganggu?" Kutatap tepat ke manik matanya. Dia balas menatap dengan mata berpendar, seperti akan menangis. "Kita bisa sebulan sekali ke tempat mama. Atau ajak mama pindah ke sini." Dia hanya menatapku dengan bibir terkatup rapat. "Di sini, aku merasa aman karena tidak ada yang mengganggu. Ya?" Jika dia setuju, maka aku akan segera membeli rumah ini dan merenovasinya. Ibu bilang bahwa mama menemui ibu ke kontrakan lalu mengembalikan cek yang waktu itu ibu berikan padanya. Ibu terus menolak, tapi mama memaksa, berkata bahwa dia bukan pengemis. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN