POV Puspita Aku terbangun saat mendengar ketukan pintu. Disusul dering HP yang begitu keras. Aku mengangkatnya dengan mata sangat mengantuk saat membaca sekilas kata 'Sayangku' di layarnya yang menyilaukan pandangan. "Ya, Mas." Aku menguap. "Pus, aku di depan pintu." Tanganku bergerak mengikat rambut lalu membenarkan posisi Qila juga Shaliha. Dengan langkah gontai, aku menuju ruang tamu. Tanganku meraba dinding kemudian menekan lampu. Mas Rasya segera masuk saat pintu terbuka, sementara aku menyalami ibu dan bapak bergantian. Adnan mengulurkan tangan padaku, aku menerima uluran tangannya lantas memeluknya. "Aku kangen bunda." Ia mencium pipiku. Kuusap rambutnya. "Bunda juga kangen." Aku mengernyit saat sayup-sayup mendengar kumandang azan. Aku langsung menatap jam, mengusap-usap

