POV Mira "Enak, Bu?" tanyaku pada ibu yang makan sambil sebentar-sebentar menatapku lalu berganti pada Kak Satria. Suamiku ini masih mengenakan jas kerjanya, sesekali merangkulku, sungguh membuatku risih, namun aku memilih membiarkannya karena ada ibunya. "Lumayan," sahutnya dengan wajah tak senang. Sejak Kak Satria mengenalkanku padanya, ibu sudah terlihat tak menyukaiku. Ibu bahkan terang-terangan bilang bahwa aku menggagalkan niatnya yang ingin menjodohkan Kak Satria dengan anak temannya. Karena aku menikah dengan Kak Satria tanpa cinta, berpikir bisa berpisah sewaktu-waktu, maka aku tak mempedulikan sikap ibu dan memilih bersikap masa bodoh. Yang penting, janjiku pada almarhum ibu agar anaknya ini menikah dengan Kak Satria telah tertunaikan. Tinggal menunggu waktu untukku menghapus

