Part 79

1161 Kata

POV Rasya Saat aku hendak menutup pintunya dari luar, kulihat Puspita mengusap air matanya dengan punggung tangan, tatapannya menerawang. Qila yang sejak tadi memeluknya, kini menangis semakin keras. "Yah? Ayah mau e mana?'' tanya anak itu di sela isak tangis. Aku benar-benar tak tega melihatnya. Ibunya seperti orang tak sadar seperti itu, begitu larut dalam kesedihan yang diciptakannya sendiri sampai abai pada anaknya, membuatku kesal, juga kasihan. Apa kira-kira yang akan terjadi jika aku meninggalkan mereka berdua? Setelah menarik napas panjang berkali-kali mencoba mengendalikan diri agar tak dikuasai amarah, akhirnya kembali ke arah mereka, menjulurkan tangan pada Qila yang langsung memelukku. Sepertinya, aku harus menghubungi ibu untuk menjaga Puspita. Aku membawa Qila ke ranj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN