POV Rasya Aku semakin cemas saja. Disaat seperti ini, entah kenapa aku jadi takut bahwa yang diduga Puspita adalah benar. "Ayo! Ayo ke sana!" kata yang laki-laki, mengajakku berjalan ke rumah tak jauh dari rumah ini berpenerang minim. Rumah itu dalam keadaan digembok. Dua orang di sampingku saling menatap, membuatku jadi semakin berpikir yang tidak-tidak. "Si Nirmala mungkin di rumah adiknya," ucap si perempuan, memandangku berlama-lama. "Terima kasih. Sudah diantarkan ke sini." Aku mencoba tersenyum walau dalam hati cemas. "Kamu harus temukan istrimu. Takutnya, takutnya lhoo, si Nirmala benar-benar bersekutu dengan iblis. Aku takut istrimu kenapa-napa." Ucapan si ibu yang penuh tekanan membuatku semakin panik saja. Aku mengangguk kecil, tanpa membuang waktu segera pamit pada merek

