Suara gemericik air dari pancuran kamar mandi VIP rumah sakit Singapura seharusnya memberikan ketenangan bagi Amara, namun setiap tetesnya justru terasa seperti jarum yang menusuk kulitnya. Ia baru saja selesai membersihkan diri setelah seharian berdiskusi dengan jaksa penuntut internasional. Amara melangkah keluar dengan handuk putih yang melilit tubuhnya, memperlihatkan bahu yang tegang dan kulit yang masih memerah karena uap panas. Raka sedang duduk di tepi tempat tidur, mencoba mengenakan kemejanya sendiri meski tangannya masih sedikit gemetar. Matanya segera tertuju pada Amara. Di bawah lampu temaram ruangan itu, sosok Amara tampak seperti dewi yang baru saja turun dari medan perang. Rambutnya yang basah menempel di leher, menciptakan kontras yang sangat menggoda dengan putihnya hand

