BAB 17: DARAH DI ATAS TANAH PINUS

1031 Kata

Lampu sorot helikopter menyapu permukaan hutan seperti mata dewa yang murka, mengubah bayang-bayang pepohonan menjadi monster yang bergerak-gerak. Amara merasakan lumpur dingin meresap ke dalam sela-sela jarinya saat ia merangkak mengikuti Raka menuju pintu belakang vila. Suara mesin helikopter di atas kepala menulikan telinga, namun detak jantung Amara jauh lebih keras, berdentum di dalam dadanya seperti genderang perang. Raka memberikan isyarat dengan tangannya agar Amara berhenti. Di depan mereka, dua orang penjaga berdiri dengan siaga di dekat pintu kayu tua yang menuju ke dapur. Raka tidak membuang waktu. Dengan gerakan yang terlatih, ia keluar dari kegelapan dan melepaskan dua tembakan terukur dari pistol berperedamnya. Kedua penjaga itu tumbang tanpa sempat mengeluarkan suara, tubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN