Hari Callara pergi ke Rublyovka … SSRRSHHH Pantai Bajo pagi itu tampak seperti lukisan yang terlalu damai untuk hati yang sedang patah. Langit berwarna biru lembut, ombak kecil menyapu pasir perlahan, dan sinar matahari pertama jatuh tepat di antara kapal-kapal kecil yang berlabuh. Tapi di tepi pantai … suasana justru sebaliknya. Heningnya menggigit daada. Callara berdiri di tengah-tengah mereka, gaun sederhana yang dipakainya tertiup angin. Rambutnya diikat seadanya, wajah polos tanpa riasan, wajah yang akan ia tinggalkan … untuk disembuhkan di Rublyovka. Mama Lidia yang pertama menghampiri. Wanita itu langsung menarik Callara ke dalam pelukan hangat, pekat, seperti pelukan seorang ibu pada anak kandungnya. “Nak … hati-hati di sana ya,” bisiknya dengan suara bergetar, “Tuhan jaga se

