Kavin menurunkan tubuhnya sedikit. Napasnya jatuh panas di d**a wanita itu, tapi ia menahan dirinya total. Sesuatu yang tidak pernah dan tidak akan pernah dia lakukan sebelumnya. “Wait a sec,” gumam Kavin perlahan. Callara sempat membuka mulut untuk membalas, tapi sebelum satu kata pun keluar … Kavin sudah bangkit. Ya, begitu saja. Callara otomatis ikut bangkit sedikit, menyentuh lengannya. “Kavin?” Pria itu sudah menarik napas kasar, memalingkan wajah. “Aku keluar dulu.” Dan ia pergi. Tanpa menoleh, tanpa penjelasan. Pintu bilik bergesek lalu tertutup. Callara melongo. “Dia ngambek?” gumamnya, bingung setengah mati. Di luar, Kavin berjalan sangat cepat. Napasnya masih berat, ere.ksinya masih menghantam celana basahnya akibat air laut tadi … welll rasanya sakit dan membara. T

